Perjalanan luar angkasa itu sesungguhnya bukan sekedar keinginan untuk memenuhi rasa ingin tahu kita terhadap dunia luar. Bukan hanya karena ego untuk menaklukkan banyak dunia tetapi pada faktanya kita memang sangat membutuhkan perjalanan itu.
Planet bumi itu adalah planet yang sesungguhnya sangat rentan terhadap gangguan bahkan kehancuran yang diakibatkan oleh benda-benda yang ada di luar sana ( luar angkasa ). Kehidupan di dunia itu rapuh, seandainya ada sebuah meteor jatuh misalkan yang sebesar dulu pernah menghantam bumi, jatuh lagi saat ini maka kita mungkin tidak akan bisa lolos. Karena tidak ada teknologi yang memadai yang kita miliki untuk bisa menghentikan itu terjadi.
![]() |
| Gambar oleh wikilmages dari pixabay |
Kapan meteor meteor massive itu menabrak bumi? Ya mungkin prediksi para ilmuwan adalah sekitar satu atau dua juta tahun ke depan tetapi para ilmuwan juga tidak pernah yakin karena apa yang terjadi di luar angkasa itu diluar kendali kita. Dan kita tidak bisa intervensi tentang apa yang mungkin akan terjadi. Misalkan ledakan Supernova tidak bisa dikendalikan sama sekali dan kalaupun terjadi kemudian ada serpihan yang masuk ke tata Surya kita maka kita tidak bisa berbuat apa-apa dan itu juga tidak bisa di prediksi oleh para ilmuwan atau cerita yang lain misalkan ada bintang pengembara atau Pulsar datang mendekati bumi, seandainya dia tidak benar-benar masuk ke tata Surya kita atau cuma lewat saja maka bumi akan kehujanan meteor meteor Segede gunung merapi dan itu mungkin kita tidak akan bisa bertahan hidup sama sekali dan yang lebih buruk lagi adalah jika bintang pengembara atau Pulsar itu bukan hanya lewat tapi kemudian terperangkap oleh gravitasi matahari semakin mendekat dan akhirnya berhimpitan, bertabrakan dengan matahari dan kalau itu sampai terjadi maka seluruh kehidupan di bumi tidak akan tersisa bahkan bakteri yang paling bisa bertahan sekalipun tidak akan bisa bertahan hidup.
Sedangkan ancaman dari dalam bumi sendiri misalkan saja gunung Toba meletus, maka bumi diliputi oleh musim dingin selama 1000 tahun. Pendinginan global zaman es terjadi dan itu yang menyebabkan beberapa ilmuwan diantaranya menyebutkan bahwa itu yang menyebabkan manusia hampir punah atau ratusan juta tahun yang lalu. Kita juga dikabarkan tentang robekan Siberia dimana 90% makhluk hidup di seluruh dunia itu juga punah akibat aktivitas vulkanik dan tektonik yang tidak bisa dikendalikan sama sekali artinya dengan kondisi yang seperti ini kita baru sadar bahwa kita memang belum bisa menaklukkan alam dan segala hal yang terjadi di masa depan itu tidak bisa dikendalikan. Maka sejak lama sebenarnya para ilmuwan mengupayakan bagaimana alternatif seandainya bencana besar itu terjadi.
Tahun 1994 seorang ilmuwan terkenal berhasil menemukan satu rumusan, satu persamaan yang menjelaskan bahwa kita bisa saja menciptakan sebuah kendaraan yang bisa mengakali kecepatan cahaya. Kan masalah utama dari perjalanan luar angkasa itu adalah mengenai jarak. Misalkan saya jelaskan seperti ini, kita semua ada di sebuah planet yang sedang mengitari bintang kecil yang warnanya putih ke kuning Kuningan dan bintang yang putih ke kuning Kuningan kita sebut sebagai matahari itu sedang mengitari inti galaksi dan galaksi yang kita sebut sekarang sebagai galaksi Bimasakti itu memiliki diameter sekitar 100 ribu tahun cahaya. Setiap cahaya itu bergerak dengan kecepatan sekitar 1 milyar kilometer per jam artinya jaraknya sangat sangat jauh dan jarak galaksi kita dengan galaksi besar yang terdekat dengan kita yaitu Andromeda, itu sekitar dua sampai dua setengah juta tahun cahaya. Artinya waktu yang dibutuhkan itu sangat lama. Bahkan seandainya kita hanya sekedar Foton maka kita membutuhkan waktu dua setengah juta tahun untuk bisa bisa menyebrang ke galaksi yang lain. Kan masalahnya Sangat mustahil karena kita sendiri memang bukan Foton, kita ini adalah benda yang memiliki massa. Benda yang memiliki massa itu tidak mungkin bergerak dengan kecepatan cahaya kecuali dia memiliki energi tanpa batas.
Misalkan kita menemukan ada bintang proxima centauri, bintang yang paling dekat dengan matahari. Jaraknya sekitar 4.3 tahun cahaya. Artinya jaraknya sangat jauh kalau kita bergerak dengan kecepatan cahaya, kita membutuhkan 4 tahun kecepatan cahaya.
Para ilmuwan berusaha untuk ngecheat atau merekayasa hukum fisika yang ada di semesta ini. Ngomong ngomong tentang merekayasa atau mengecheat hukum fisika itu ternyata memang kita sering sekali melihat atau berbicara soal lubang hitam. Lubang hitam adalah salah satu fenomena paling eksotis yang menjelaskan bahwa hukum fisika itu memang bisa saja di rekayasa. Bahkan bumi ketika harus mengitari matahari, itu adalah bagian dari ngecheat ruang dan waktu. Jadi ruang dan waktu itu relatif dan karenanya bisa di rekayasa dalam kondisi tertentu. Bumi dan seluruh isi tata Surya kita sudah melakukan pengecheatan itu sehingga bisa mengitari matahari seperti dalam kondisi yang kita ketahui sekarang.
Nah seandainya kita juga memiliki teknologi untuk nge-cheat itu maka kita bisa menyelesaikan masalah jarak yang tadi menjadi masalah utama dalam perjalanan ruang angkasa. Jadi bagaimana caranya kita melakukan rekayasa ruang dan waktu. Caranya kita tidak menciptakan energi sebesar apa pun yang bisa digunakan untuk mendorong pesawat agar mendekati atau melampaui kecepatan cahaya. Caranya ruangan yang di depan di padatkan/sempitkan dan ruangan yang di belakang di besarkan sebesar besarnya. Itu akan menciptakan daya dorong. Contohnya begini dihadapan kita ada sebuah jarak 1 triliun tahun kilometer, nah pesawat itu akan memadatkan ruangan yang ada di depannya karena memang ruang dan waktu itu relatif. Nah ruangan yang sampai 1 triliun tahun kilometer maka kalau kita bergerak dengan kecepatan 60 km/ jam sekalipun kita ternyata sudah bisa melampaui 1 triliun tahun kilometer, kurang lebih cara kerjanya seperti itu.



Note: Only a member of this blog may post a comment.