MaZcLGZ4NqZ9MqJ9MapaNqxbMmMkyCYhADAsx6J=

 




MASIGNCLEANLITE104

Bahaya sampah plastik

 Bahaya sampah plastik

Siapa yang tidak kenal plastik, hampir semua barang yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari terbuat dari plastik. 

Seperti kemasan makanan, botol minuman, kantong belanja, mainan anak-anak, peralatan rumah tangga, elektronik, sampai kendaraan. 

Bahan plastik memang bahan yang cocok dibuat bermacam barang karena ekonomis alias murah, ringan, tahan lama, dan mudah dibentuk. Tetapi ternyata dibalik manfaatnya plastik itu membawa banyak efek samping yang berbahaya. 

Bayangkan bahan kimia berbahaya plastik sudah ada di dalam tubuh kita. Kemudian kalau sudah begitu apakah berbahaya bagi kesehatan kita. Ya, pasti banyak sekali penyakit berbahaya seperti kanker dan cacat janin yang dapat diderita jika kita terus menerus terpapar racun plastik. 


Gambar oleh kalhh dari pixabay


Asal usul plastik

Plastik dibuat pertama kalinya pada tahun 1862 oleh Alexander Parkes. Waktu itu bahannya masih alami yaitu berupa selulosa dan diberi nama Parkesine sesuai nama penemunya. Tapi Parkesine kurang diminati karena harganya mahal. 

Para ilmuwan akhirnya terus berusaha untuk mengembangkan bahan plastik, sampai pada tahun 1907 seseorang ahli kimia Amerika, Leo Hendrik baekeland berhasil membuat plastik sintetis pertama dari minyak bumi yang dinamai dengan Bakelite. 

Dari sini berbagai jenis plastik sintetis lainnya ditemukan dan dibuat untuk berbagai keperluan.  Kata plastik sendiri berasal dari bahasa Yunani "Plastikos" yang berarti lentur dan mudah dibentuk. 

Untuk digunakan, biji plastik dicampur dengan berbagai bahan aditif atau bahan tambahan untuk meningkatkan manfaatnya. Plastik akhirnya terus berkembang pesat karena memiliki banyak keunggulan seperti ringan, tahan lama, anti karat, tahan air, murah dan praktis. 

Maka dalam waktu singkat plastik menjadi idola baru menggantikan logam dan kayu untuk berbagai kebutuhan. 

Pada tahun 1959 ilmuwan asal Swedia Sten Gustav Thulin membuat kantong plastik untuk menggantikan kantong kertas. Tujuannya agar lebih ramah lingkungan karena pembuatan kantong kertas harus mengorbankan pohon. Selain itu pembuatan kantong plastik memerlukan energi yang lebih rendah. 

Semakin lama penggunaan plastik semakin meningkat karena industri semakin maju dan jumlah manusia semakin bertambah. Sayangnya hal ini tidak diimbangi dengan kebiasaan dan kesadaran lingkungan yang baik. Kini orang orang menggunakan plastik hanya untuk sekali pakai dan setelahnya langsung dibuang. 

Kantong kresek, botol atau gelas plastik minuman, plastik kemasan, sedotan semuanya terbuat dari plastik. Hasilnya sampah plastik menumpuk dan tersebar di mana mana. Beberapa jenis sampah plastik sebenarnya bisa dimanfaatkan kembali jika penanganan dan pengolahan sampah dilakukan dengan baik. Ada yang bisa dilebur dan dibuat plastik kembali atau benda. Ada yang dijadikan bahan campuran aspal. 

Namun di negara kita sendiri baru sekitar 10-15% sampah plastik yang diolah kembali. 60-70% tertimbun ditempat pembuangan akhir dan sisanya terbuang ke lingkungan, bahkan sekitar 50% sampah yang ditemukan di laut adalah sampah plastik. 

Mengapa sampah plastik bahaya ...? 

Karena plastik merupakan bahan yang sulit terurai secara alami di lingkungan. Kalau anda membuang sampah plastik hari ini maka sampai anda memiliki cucu atau bahkan cicit, sampah plastik tersebut masih ada atau bahkan tetap utuh. Plastik membutuhkan waktu puluhan bahkan ribuan tahun untuk bisa terurai di lingkungan. Sebelum terurai volume sampah plastik yang menyebar di mana mana menimbulkan banyak masalah bagi lingkungan dan makhluk hidup. 



Dampak limbah plastik bagi lingkungan dan makhluk hidup. 

1. Banjir 

Penumpukan sampah plastik dalam jumlah besar akan memicu terjadinya banjir. Hal ini dikarenakan sulitnya material plastik untuk dapat di uraikan sehingga penumpukan akibat sampah plastik itu sendiri akan berpotensi menyumbat saluran air yang ada di wilayah tersebut. Dengan tidak lancarnya saluran air dan kawasan penyerapan air itu sendiri maka air akan sulit untuk dapat diserap tanah atau pun mengalir secara lancar. Akibatnya air akan menggenang dan terjadi banjir. 


2. Sampah plastik tidak mudah terurai

Sampah plastik ternyata sangat sulit untuk dapat dilakukan penguraian terhadap materialnya, hal ini menyebabkan terjadinya penumpukan dari sampah plastik yang lambat laun akan semakin banyak dan berpotensi untuk dapat menimbulkan dampak dan juga efek negatif yang buruk bagi makhluk hidup itu sendiri. 


3. Menimbulkan bau tidak sedap

Penumpukan dari sampah tentu akan menimbulkan bau yang tidak sedap. Pencemaran udara diakibatkan dari penumpukan sampah plastik dalam jumlah besar. Dan polusi udara akibat bau tak sedap sangat berpotensi menimbulkan penyakit. 


4. Pemicu terjadinya kebakaran

Bila sampah plastik tidak terkelola dengan baik maka dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hal ini dikarenakan material plastik itu sendiri yang sulit terurai dan mudah untuk menyulut kebanyakan bila ada api didekatnya. 

Share This Article :

Note: Only a member of this blog may post a comment.

7019092046447932726

Followers