Tema tema alam semesta atau antariksa atau juga jagat Raya, itu adalah tema tema yang sangat seksi dan sekaligus juga membingungkan. Sehingga ketika ada seorang yang berusaha menjelaskan itu dan penjelasannya meyakinkan, maka orang yang menjelaskan itu akan nampak seksi dan akan nampak intimidatif jika berhadapan dengan orang-orang yang lain.
Pertanyaan pertanyaan seperti ini:
Apakah ada ujung alam semesta..? Atau
Kalaupun ada ujung alam semesta, bisakah kita menjangkaunya..? Atau
Kalau kita sudah bisa menjangkaunya, ada apa dibalik ujung alam semesta itu..?
Pertanyaan pertanyaan semacam itu adalah pertanyaan yang membutuhkan banyak sekali pemahaman kita atas teori -teori besar fisika. Dari mulai teori Relativitas umum, mekanika kuantum dan sebagainya. Tetapi disini kita akan coba buat sesederhana mungkin penjelasannya.
![]() |
| Gambar oleh chil Vera dari pixabay |
Apakah ada ujung alam semesta
Kita mulai dari pertanyaan pertama tentang apakah ada ujung dari alam semesta. Justru dari pertanyaan ini pun ada sebuah masalah. Apa yang dimaksud dengan alam semesta itu. kan alam semesta yang kita pahami itu adalah alam semesta yang sampai sekarang belum bisa kita jangkau. Dalam artian sampai sejauh yang kita bisa lakukan sekarang.
Alam semesta itu terdiri atas dua bagian besar yaitu alam semesta imajinasi dan alam semesta teori. Jadi artinya tidak ada satupun diantara mereka yang sudah secara eksperimental sudah kita coba atau sudah coba kita jangkau itu.
Alam semesta menurut imajinasi
Jadi maksudnya adalah segala sesuatu yang ada dalam bentuk ruang dan waktu yang kita pikirkan, yang kita bayangkan, itu sebagai alam semesta. Apakah alam semesta macam itu ada ujungnya..? Ya tidak, misalkan kita membayangkan alam semesta Itu adalah segala sesuatu yang ada di alam sana. Kemudian kita bayangkan ada ujungnya, kemudian sesudah ujungnya itu apa..? nah itukan ujungnya tetap alam semesta juga. Jadi dalam bayangan kita kalau alam semesta itu adalah tidak berujung, kalau pikirannya adalah alam semesta imajinatif. Tetapi kalau alam semesta berbentuk teori, maka ini ada ujungnya.
Alam semesta menurut teori
konsekuensi atau dampak dari big bang maka konteks ini yang dimaksud dengan alam semesta adalah ruang dan waktu dan segala yang ada di dalamnya bisa kita amati atau secara teori bisa kita hitung. Maka itulah yang dimaksud dengan alam semesta, nah kalau kita sudah mengetahui bahwa alam semesta fisika ternyata ada ujungnya maka bisakah kita sampai ke tepiannya?, Tidak mungkin karena kita berhadapan dengan begitu banyak paradoks paradoks besar. Misalkan batas alam semesta yang teramati sejauh yang kita pahami adalah 15 milyar tahun, nah artinya kalau kita bisa bergerak dengan kecepatan cahaya sekalipun maka kita membutuhkan waktu 15 milyar tahun untuk sampai ujung alam semesta.
Pada faktanya adalah ketika kita mampu bergerak dengan kecepatan cahaya itu pun kita berarti telah menembus sebuah paradoks. Yaitu paradoks yang dikemukakan oleh Einstein dalam teori Relativitas, bahwa tidak mungkin ada benda bermassa yang bisa bergerak dengan kecepatan cahaya bahkan mendekatinya pun tidak mungkin, karena semakin cepat suatu benda bermassa bergerak maka semakin besar massanya. Dan karena itu semakin besar energi yang dibutuhkan untuk mencapai kecepatan tertentu. Maka kita membutuhkan energi yang tidak terhingga untuk bisa mencapai kecepatan cahaya.
Misalnya kita berfantasi seperti ini yaitu kita mampu bergerak dengan kecepatan cahaya atau lebih dari itu, bisakah kita bergerak untuk mencapai ujung alam semesta..? Jawabanbya, ya tidak mungkin juga. Kenapa,,? Karena faktanya adalah alam semesta ini mengembang terus terusan. Jadi seiring dengan big bang di masa lampau, 15 milyar tahun yang lalu itu kan terjadi ledakan dan alam semesta ini terus terusan memulai, terus terusan membesar, sampai kapan,,,? Nah ini yang lebih mengertikannya, itu adalah sampai waktu yang tidak bisa ditentukan.
Kita mulai sederhanakan sebagai contoh kita melempar batu ke luar angkasa sekencang kencangnya. Kalau batu itu dilempar dengan kekuatan yang sangat tinggi maka batu itu akan terbang ke luar angkasa dan sampai titik tertentu berhenti. Tapi tidak jatuh lagi karena sudah mampu menembus gravitasi bumi atau energi yang kita lepaskan itu jauh lebih kuat lagi sehingga ketika dilempar menembus gravitasi bumi dan lanjut terus kesana sampai tidak berujung. Atau batu yang kita lempar dengan energi yang tidak terlalu kuat sehingga kecepatan melambat sampai pada titik tertentu berhenti kemudian jatuh lagi ke bumi.
Nah, big bang tidak seperti ke tiga contoh skenario diatas. Jadi maksudnya semua teori itu batal, kenapa,,,? Karena big bang itu meledak, boro-boro berhenti atau boro-boro balik lagi, yang terjadi adalah berkembang tapi makin cepat, jadi seakan-akan ada dunia diluar sana yang menarik benda-benda itu sehingga proses penyebarannya itu jauh lebih cepat, bahkan lebih cepat dari pada kecepatan cahaya. Misalkan bumi dengan bulan itu jaraknya semakin hari semakin menjauh tapi tidak terlalu signifikan. Maksudnya pertahun itu sekitar 3-4 cm saja. Tapi bisa menjauh,,kenapa? Karena ini adalah dampak dari big bang. Masalahnya adalah kalau misalkan kita akumulasikan dengan seluruh penghuni alam semesta maka percepatannya itu menjadi semakin berakumulasi, menjadi semakin besar.
Jadi di ujung alam semesta itu kecepatannya sudah melampaui kecepatan cahaya, di sini saja sudah paradoks, jadi ada kecepatan yang melampaui kecepatan cahaya dan itu adalah benda bermassa, kan bingung juga. Artinya kalaupun kita bisa hibernasi atau melakukan apapun sehingga kita bisa melampaui 15 milyar tahun dalam perjalanan itu. Kita tidak akan sampai ujungnya, itu karena alam semesta ini memuai. Kenapa ini bisa memuai dan memulainya bisa lebih cepat dari pada energi dentuman yang awalnya itu. Inilah yang namanya Dark energi jadi para ilmuwan juga bingung, kan seharusnya kalau di lempar balik lagi atau bertahan atau terbang tapi kecepatannya sama. Nah ini malah kecepatannya semakin lama semakin naik. Ada energi rahasia itulah yang kemudian disebut sebagai energi gelap.
Membingungkan bukan, tapi seandainya pun kita berhasil untuk mengatasi semua paradoks itu, mengatasi semua kontradiksi itu. Apakah kita bisa mencapai ujung alam semesta dan kemudian beralih ke luarnya..? Jawabannya, tetap tidak bisa juga. Kenapa, karena ujung alam semesta itu bukan seperti kita sedang menunjuk dengan jari ini dan berkata "ujung alam semesta di sana jauh". Tapi ujung alam semesta itu ada sangat berdekatan dengan kita.



Note: Only a member of this blog may post a comment.