Atlantis fakta atau Mitos,,,?
Sejak ribuan tahun yang lalu di banyak wilayah seluruh dunia, orang orang selalu berfikir dan mendambakan tentang adanya sebuah kota yang sangat aman, damai, tentram. Beberapa diantara ide dan khayalan itu terwujud pada mitos mitos dan legenda tentang kota kota kuno yang sangat luar biasa dan megah seperti Shangri-La atau sambala. Tetapi di Yunani kuno cerita tentang kota kota yang sangat luar biasa ini mewujud dalam diskusi ranah filsafat. Salah satu karya yang menjadi lebih terkenal dari pada seharusnya adalah karya Plato berjudul "Timaeus dan Critias" yang menceritakan tentang sebuah peradaban yang sangat besar ada di sebuah pulau di seberang gerbang Hercules. Pulau itu sangat megah didiami oleh masyarakat yang sangat maju, beradap, sangat kuat dan sangat sejahtera tetapi karena mereka angkuh, sombong, sehingga Tuhan marah kepada mereka maka dalam satu malam mereka ditenggelamkan dengan gabungan antara bencana alam, gunung meletus dan tsunami. Plato mengatakan mengatakan bahwa peristiwa ini terjadi sekitar 9000 tahun sebelum dirinya dilahirkan.
Pada gilirannya kisah ini menginspirasi banyak orang di dunia modern. Ada ratusan judul buku terkait dengan Atlantis, ada puluhan teori teori tentang dimana sesungguhnya Atlantis berada dan ada banyak film dengan penggambaran yang dikaitkan dengan Atlantis. Dan itu dibarengi dengan temuan temuan modern tentang artefak atau tempat tertentu yang dianggap misterius tapi memiliki peradaban yang tinggi dan selalu dikaitkan dengan Atlantis. Tetapi apakah Atlantis itu benar benar ada atau apakah benar Atlantis itu adalah Indonesia..? Nah, disini kita akan sama sama membahas tentang apakah Atlantis itu benar ada dan apakah itu ada di Indonesia.
Tak lama setelah Plato Wafat gambaran tentang Atlantis yang digambarkan dalam bukunya itu. Kemudian menjadi bahan perdebatan bagi murid-muridnya, sebagian diantara murid-muridnya percaya bahwa apa yang dikatakan Plato itu secara literal memang nyata. Bahwa Atlantis itu memang benar ada di dalam ceritanya, itu digambarkan bahwa Plato menggunakan kata ganti yang menunjukkan bahwa dia tidak sedang melakukan alegori tertentu atau tidak sedang menunjukkan metafora tertentu. Bahwa peradaban itu ada, dan Plato tidak mungkin juga melakukan kebohongan dalam karya-karya yang sangat luar biasa. Memang Plato tidak pernah berbohong tetapi sebagian diantara murid-muridnya justru mengatakan bahwa Atlantis itu tidak pernah ada. Ini hanyalah sebuah alegori, ini hanyalah sebuah pelengkap yang menjelaskan tentang buku lain dari Plato yaitu "Republik". Karena Plato telah menciptakan buku ini maka dia kemudian menggambarkan sebuah pelengkap yang dibuat dalam sebuah alegori tertentu yang kemudian disebut sebagai "Atlantis".
Seandainya Atlantis itu memang benar ada maka seharusnya ia ada di dalam buku-buku yang lain selain buku " Timaeus dan Critias". Di zaman Yunani bahkan orang Yunani pun mendapatkan cerita ini dari orang Mesir kuno maka seharusnya orang Mesir kuno juga menuliskan cerita Atlantis ini. Tetapi tidak ada satupun legenda atau cerita tentang tenggelamnya satu suku bangsa yang sangat besar dikarenakan amarah Tuhan.
Perdebatan perdebatan semacam ini diteruskan oleh orang orang dimasa itu, tetapi kemudian semakin lama semakin redup karena orang orang di zaman dulu tidak bisa menemukan relevansinya atau tidak bisa menemukan apa faedahnya kalau Atlantis itu ternyata benar ada.
Tahun 1600-an gagasan tentang Atlantis kemudian booming lagi dengan ditemukannya benua Amerika. Berlatar dari kota Atlantis yang digambarkan itu adalah kota yang terletak di seberang gerbang Hercules. Gerbang Hercules adalah Spanyol, Portugal, dan Maroko. Di antar wilayah itu ada celah kecil, itulah gerbang Hercules yang dimaksud. Orang orang di zaman dulu, orang eropa tidak pernah menyangka bahwa disitu ada daratan lain. Ketika akhirnya benua Amerika ditemukan, mereka kemudian mengira atau menduga bahwa jangan jangan kota Atlantis yang dimaksud itu ada di situ. Dan ketika penjelajah penjelajah Amerika Serikat datang ke semenanjung Yukatan, mereka benar benar kaget karena gambaran gambaran tentang Atlantis di sana itu banyak yang cocok. Yaitu orang orang Maya di sana atau orang orang suku pedalaman di sana memiliki perabotan perabotan emas dalam jumlah besar sama seperti yang digambarkan di Atlantis bahwa mereka memiliki cadangan emas yang sangat luar biasa kemudian di sana juga banyak hewan hewan buas dan wilayahnya itu terpapar sinar matahari sepanjang tahun secara konstan. Nah kriteria kriteria ini ternyata cocok dengan gambaran Atlantis seperti yang diceritakan oleh Plato dalam bukunya.
Penjelajahan yang dilakukan oleh orang orang eropa terhadap semenanjung Yukatan dan beberapa wilayah di Amerika Tengah dan Amerika Selatan, benar benar lebih mengagumkan lagi karena ternyata ditemukan sebuah buku yang berjudul "popol vuh" yang menceritakan tentang peradaban orang orang Maya di masa lampau. Buku itu sebagian besarnya adalah mitos atau legenda tetapi menceritakan tentang hal hal yang bisa saja menjadi nyata atau terinspirasi dari kisah nyata. Nah di dalam buku "popol vuh" yang terkenal itu ada cerita tentang nenek moyang orang Maya. Mereka memiliki peradaban yang sangat maju tetapi karena satu hal terjadi sebuah bencana alam yang menenggelamkan mereka dalam waktu satu malam sehingga orang orang kemudian berlarian ke seluruh penjuru alam dan diantaranya adalah menetap di semenanjung Yukatan, yang kemudian di beri nama suku Maya. Jadi suku Maya itu adalah keturunan dari orang orang yang ditenggelamkan di pulau itu.
Nah, apakah ini gambaran yang sesuai dengan Atlantis,,? Di dalam buku " popol vuh" itu bangsa yang dimaksud itu bukan bangsa Atlantis tetapi bangsa "MU", yang kemudian secara salah faham disebut sebagai Lemuria. Dan kemudian menciptakan satu legenda lain tentang daratan lain yang menyaingi Atlantis yang disebut Lemuria. Tetapi para ilmuwan Eropa pada waktu itu tidak mau mengarahkan interprestasi mereka ke sana. Mereka lebih cenderung untuk menyatakan bahwa benua Lemuria itu atau benua "MU" itu adalah Atlantis. Itu merupakan terkait dengan entitas dan konsep yang sama tetapi penamaan yang berbeda.
![]() |
| Gambar oleh Enrique meseguer dari pixabay |
Pada akhirnya Donnelly ialah seorang akademik yang dianggap sebagai bapak dari Atlantis dunia. Karena dia yang membuat satu gagasan penuh tentang bagaimana kondisi Atlantis sesungguhnya. yang dikaitkan atau dihubung - hubungkan atau merupakan gabungan dari mitos legenda dan temuan temuan arkeologi pada waktu itu. Nah makanya kalau sekarang misalkan kita melihat buku buku tentang Atlantis yang terkenal di Indonesia, di buku itu gambaran tentang Atlantis sudah bias, tidak sesuai dengan buku karya Plato. Tetapi justru menunjukkan ciri ciri khas yang dituliskan oleh Donnelly. maka dari sinilah sesungguhnya kalangan akademisi sekarang menganggap bahwa Atlantis itu tidak benar, tidak nyata karena naskah aslinya tidak sama seperti teori teori yang ada sekarang.
Para ilmuwan sangat terbuka bahwa walaupun Atlantis itu tidak ada, tetapi pasti ada satu bangsa tertentu yang menginspirasi munculnya cerita tentang Atlantis.



Note: Only a member of this blog may post a comment.