Pelumasan mesin memegang peranan penting, terutama dalam perawatan kepresisian dan juga dapat memperpanjang masa suatu mesin( mesin produksi atau mesin kendaraan).
Pelumasan pada mesin itu sama pentingnya seperti sirkulasi darah pada tubuh manusia. Berhasil atau tidaknya melakukan pelumasan mesin sangatlah tergantung dari metode pelaksanaannya.
Meskipun pelumasan yang digunakan bermutu tinggi akan tetapi metode atau cara penggunaannya salah, maka tidak akan mendapatkan hasil yang optimal oleh karena itu perlu dipertimbangkan faktor faktor dibawah ini yaitu
1. Beban yang diterima mesin
2. Kecepatan gerak mesin tinggi rendahnya atau kecepatan gerak suatu komponen mesin
3. Tempat dimana komponen mesin bergerak.
Apakah permukaan yang akan dilumasi ditempat terbuka atau tertutup. Kemudian lokasi yang akan di lumasi berdebu atau tidak. Lokasinya mudah dijangkau atau tidak dan apakah lokasinya terkena panas atau tidak.
Berdasarkan pertimbangan pertimbangan diatas maka sistem pelumasan dapat di bedakan menjadi dua yaitu sistem pelumasan manual dan sistem pelumasan otomatis.
Sistem pelumasan manual adalah pelumasan yang dilakukan dengan tangan, lokasi mudah dijangkau dan tidak mempunyai resiko berat apabila terjadi kelambatan atau kealpaan dalam pemberian pelumasan.
Sistem pelumasan otomatis adalah pelumasan yang teratur secara terus menerus sesuai kondisi kerja dan beban yang terjadi.
Manfaat pelumasan
1. Melumasi yaitu membentuk lapisan tipis guna mencegah terjadinya gesekan antara dua logam yang bergerak relatif satu terhadap yang lain.
2. Mendinginkan yaitu menyerap panas pada bagian bagian mesin dimana terjadi panas.
3. Menetralisir deposit yaitu menetralkan kotoran akibat terjadinya gesekan.
4. Sebagai perapat yaitu kemampuan langsung dari pelumas membantu lapisan tipis di antara permukaan logam terutama bagian sliding.
Kemudian manfaat pelumasan lainnya yaitu mencegah karat, menambah umur pemakaian, meredam getaran dan membantu gerakan atau putaran.
Sifat sifat pelumasan yang baik yaitu
1. Tidak hilang Sifatnya oleh perubahan suhu tinggi.
2. Tahan terhadap tekanan tinggi.
3. Tidak mengandung asam.
4. Tidak berbusa oleh gesekan mesin.
5. Mengandung zat khusus sesuai dengan fungsinya.
Standarisasi minyak pelumas
Minyak pelumas distandarisasi sesuai dengan tugas dan fungsinya untuk mesin-mesin motor terdapat tiga standar yaitu
1. Standar S A E ( society of automotif engineer).
2. Standar A P I ( American pertrolium industri ).
3. Standar M I L ( standar US military specification ).
Kode kode pada standar S A E
Huruf pertama M adalah minyak pelumas untuk motor bakar bensin.
D adalah minyak pelumas untuk motor bakar diesel.
B adalah minyak pelumas untuk motor diesel dan bensin.
Huruf kedua L ( light ) Minyak pelumas untuk kerja ringan.
M ( medium ) minyak pelumas untuk kerja sedang.
G ( general ) minyak pelumas untuk kerja umum.
S ( sewere ) minyak pelumas untuk kerja berat.
MD ( meavy duty ) minyak pelumas untuk kerja sangat berat.
Contoh: oli Mesran B, meditran S, meditran D.
Kode kode utama A P I ( American pertrolium industri )
1. API service S A : merupakan minyak pelumas murni.
2. API service S B : komposisinya terdiri dari minyak mineral murni dengan tumbuhan anti karat dan anti oksidasi.
3. API service S C : komposisinya terdiri dari minyak mineral murni ditambah dengan bahan anti karat, anti oksidasi, anti busa, zat pembersih.
4. API service S D : komposisinya terdiri dari minyak mineral murni ditambah dengan bahan anti karat, anti oksidasi, anti busa, zat pembersih, zat tahan tekanan tinggi.
5. API service S E : merupakan peningkatan Api service SD dengan tambahan yang lebih keras.
6. API service S F : merupakan peningkatan Api service S E ditambah zat anti gesekan.
Kode utama C terdiri dari :
1. API service C A : merupakan minyak pelumas untuk mesin diesel dengan kerja ringan.
2. API service C B : merupakan minyak pelumas untuk mesin diesel dengan kerja sedang.
3. API service C C : merupakan minyak pelumas untuk mesin diesel dengan kerja sedang sampai berat.



Note: Only a member of this blog may post a comment.