Bagiku malam dan siang sama saja
Hanya itu saja
Tak bisa apa
Panah emas di dalam dada tak lepas menuju arah
Ujung duniaku tak terlihat
Disini hanya itu
Akankah aku sampai ke puncak gunung tertinggi
Aku merasa dalam pikir dan hati
Setiap langkah langkahku
Setiap Napasku
Setiap tingkah lakuku
Adakah yang bisa dan baik atau tiada satupun
Hanyalah air mata dan angan sebagai teman
Karena hidupku inilah hidupku
Jelekku itulah aku
Perbuatan burukku bukan sengaja buruk
Perbuatan baikku bukan sengaja baik
Aku buruk untuk baik
Aku baik untuk tetap baik
Aku juga telah sadar dan mengambil hikmah
Sebab, hari kemarin aku lalai
Aku lalai di pagi hari
Di siang hari ini setelah aku renungi walaupun tak bisa kembali ke pagi
Memang tak mungkin dan hanyalah khayalan
Tapi ada satu jalan, mungkin dengan ini
Aku lewati hari tak seperti dulu
Dan aku masih bertanya pada diriku
Saat aku datang, mereka pergi
Aku bicara mereka diam
Mengapa dan ada apa..?
Mungkinkah kekurangan atau
Mungkinkah keburukanku
Mereka tak tahu dan takkan pernah tahu
Ketika aku mendayung rakit di gurun pasir
Dan aku menimba air disumur kering, bahkan...
Hujan turun saat terik matahari
Awan hitam menyelimutiku
Duri dan racun selalu menyertai
Aku mendapati gelap malam tanpa cahaya bulan
Aku pun jatuh....
Tiada yang tau...
Tiada yang mau tau...
Tiada yang menolong
Beribu ribu kata dan teriak, tiada yang mendengar
Sejauh jauhnya kaki melangkah tak pernah sampai
Disaat kehidupan tak hidup lagi
Penuh api yang membara dan
Semangat lepas dari busurnya
Saat itulah datang gelap hidup
Dalam mohon ku ingin datangnya cahaya
Untuk menerangi ku, tetapi tiada
Kemana ku kan pergi
Kemana ku kan mencari
Tiada yang dituju lagi, karena batas pandang gelap
Beribu ribu tanya dan jalan
Bahkan berjuta tunggu dalam kesabaranku
Adakah sebuah kesempatan
Adakah waktu yang tersisa untuk ku



Note: Only a member of this blog may post a comment.