Penyebab usaha dari hobi gagal
Banyak orang mengatakan bahwa jika kamu mau menjalankan usaha atau bisnis maka mulailah usaha itu dari hobi atau sesuatu yang kamu suka. Misalkan saya menyukai bidang otomotif yaitu tentang motor, maka usaha atau bisnisnya di bidang otomotif juga, misalnya dengan membuka bengkel motor. Dan bagi yang hobi makan atau memasak, maka bisa membuka bisnis kuliner. Dan memang sudah banyak terbukti bisnis yang berlandaskan hobi ini banyak yang sukses.
Dan bahkan usaha atau bisnis yang berlandaskan hobi ini tidak harus memiliki ijazah sarjana atau sekolah formal agar bisa sukses berbisnis.
Orang yang tidak punya ijazah sekolah juga bisa sukses dan bahkan bisa melebihi orang orang yang berpendidikan tinggi di sekolah. Asalkan ia bisa memanfaatkan hobinya menjadi sebuah bisnis atau usaha.
Para pedagang kaki lima, seperti nasi goreng, pecel lele, soto ayam dan sebagainya mereka banyak yang sukses dari usahanya tersebut. Mengapa mereka bisa sukses..?
Karena mereka bisa menyalurkan hobi memasaknya ke bidang usaha yang menghasilkan uang.
Oleh Karena mereka hobi atau menyukai pekerjaan mereka dan juga skill memasak mereka luar biasa jago. Mungkin anda bertanya dari mana skill mereka sehingga dagangan mereka laris..?
Biasanya mereka punya resep masakan keluarga yang di ketahui oleh pihak keluarga saja. Karena kalau orang lain tahu resep masakan mereka, orang lain akan menirunya dan itu akan berdampak pada penghasilan dagangan mereka.
Jadi selain hobi, skill atau kemampuan juga sangat mendukung untuk sukses.
Dari hasil berdagang mereka bisa membeli rumah, tanah, dan kendaraan pribadi.
Tetapi ada fakta lain bahwa ada sebagian orang sudah menjalankan usaha atau bisnis berlandaskan Hobi tetapi tidak berkembang, dan akhirnya gagal.
Berikut merupakan penyebab usaha atau bisnis dari hobi gagal yaitu...
1. Tidak seimbang antara Hobi, Skill, dan penghasilan.
Anda sudah menyukai bisnis tersebut, skill atau kemampuan anda pun jago dan pandai. Tetapi kalau penghasilan dagang tidak menutupi modal tentu saja anda akan rugi.
Atau sebaliknya anda menyukai bisnis anda dan penghasilan anda juga besar, tetapi skill( kemampuan) anda di bawah rata-rata pesaing bisnis anda. Tentu hal ini akan menjadi kelemahan yang akan mengakibatkan kegagalan.
Oleh karena itu ketiganya harus balace atau seimbang dan harus konsisten dalam menjalankan usaha atau bisnis anda.
2. Tidak survei pasar dan marketing
Tidak tahu bagaimana cara memasarkan produk. Tidak tahu kriteria calon pembeli produk anda, tidak mengenal pesaing produk anda. Hal seperti ini yang bisa membuat produk anda tidak laku di pasaran. Jangankan untuk membeli produk anda, mengenal produk anda saja pasar atau calon pembeli tidak tahu.
Oleh karena itu, Jika anda berdagang atau punya produk, anda harus survei dulu pasar anda. Kenali pasar, kelemahan dan kelebihan produk anda. Kenali target anda dan pesaing bisnis anda. Kalau anda sudah menguasai peta pasar, keberhasilan akan berpihak kepada anda. Dengan catatan usaha atau bisnis anda harus konsisten secara kualitas, kuantitas dan pelayanan.
Dan yang paling penting adalah "DOA".
Doa akan membuat semua usaha kita menjadi lancar.



Note: Only a member of this blog may post a comment.